GUEST 13 February 2024
Budaya merupakan sebuah identitas bangsa yang membedakan satu bangsa dengan bangsa lainnya melalui berbagai macam budaya atau ciri khas yang dimilikinya. Adapun budaya sendiri diantaranya bahasa, tarian, pakaian, music, adat-istiadat, makanan dan lain sebagainya. Pelestarian budaya sendiri telah ditanamkan nilai-nilainya sejak kecil agar budaya yang merupakan kekayaan bangsa/negara tidak hilang, lenyap tergerus oleh globalisasi maupun perkembangan teknologi. Dalam hal ini, Budaya dan teknologi sendiri merupakan dua aspek yang saling berkaitan dan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Hubungan yang kompleks antara keduanya telah membentuk peradaban manusia selama berabad-abad. Teknologi memiliki kemampuan untuk membentuk dan mengubah budaya dengan cara yang signifikan. Pun dengan teknologi juga mampu membuat budaya suatu negara semakin terjaga kelestariannya dengan semakin dikenalnya budaya tersebut dampak dari akses informasi yang semakin mudah dijangkau. Kemudahan dalam akses informasi yang terjadi saat ini seperti halnya pisau yang bermata dua. Mampu memberikan dampak positif namun tidak lepas pula dampak negatifnya.
Beberapa waktu lalu, tim dosen Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang Bersama dengan tim dosen dari Nueva Ecija University Of Science and Technology (NEUST) Philippine berkolaborasi melakukan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan di SMKN 12 Malang. Dalam pengabdian ini disampaikan kepada siswa-siswi agar dapat lebih bijak dan pandai dalam menghadapi perkembangan teknologi yang sangat pesat dengan kemudahan penyebaran informasi yang sangat massif seperti saat ini.
Siswa-siswi dibekali ilmu terkait dengan media literasi, yang mana siswa-siswi diharapkan untuk dapat memastikan kevalidan sumber informasi yang diterima, tidak menelan mentah-mentah apa yang didapat, dapay membedakan mana yang fakta dan mana yang fiktif, mampu memastikan kejelasan suatu informasi, mampu memiliki keterampilan dalam menggunakan sosial media, dan aware terkait isu-isu penyalahgunakaan media sosial yang mampu membahayakan pengguna lainnya. Seperti contohnya yaitu adanya cyberbullying, hoax, privacy violation atau penyebaran informasi personal orang lain, ujaran kebencian, trolling, spamming dan lain sebagainya.
Adapun salah satu dampak positif dari adanya kemajuan teknologi yaitu kemudahan dalam mengakses informasi budaya negara lain. Pada sesi terakhir agenda, siswa-siswi SMKN 12 Malang diperkenalkan dengan budaya negara Filipina diantaranya bahasa sehari-hari, serta beberapa jenis makanan yang memiliki sedikit kesamaan dengan negara Indonesia. Diantaranya ; Adobo yang merupakan hidangan paling ikonik dari Filipina. Adobo terdiri dari daging (biasanya ayam atau babi) direndam dalam cuka, kecap, bawang putih, dan rempah-rempah lainnya, lalu dimasak hingga empuk dan beraroma. Halo-halo, merupakan sebuah minuman pencuci mulut yang terdiri dari campuran es serut, susu kental manis, berbagai buah-buahan, agar-agar, biji-bijian, dan toping lainnya. Rasanya manis, segar, dan sangat cocok untuk cuaca tropis. Dimana minuman ini mirip dengan Balut adalah telur bebek yang dierami atau dimasak dalam embrio, kemudian direbus. Balut merupakan makanan jajanan jalanan yang populer di Filipina, dan biasanya dimakan dengan garam dan cuka, serta Bibingka yakni Sejenis kue nasi tradisional yang dibuat dari beras ketan yang dibakar, kemudian disajikan dengan kelapa parut dan gula merah di atasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, mampu menambah insight siswa-siswi terkait keragaman budaya negara asing untuk dapat dijadikan sebagai semangat dalam melestarikan kebudayaan negara Indonesia sendiri.