Kain Perca Disulap Menjadi Bros Bunga oleh Para Ibu-Ibu pada Pelatihan yang Dilakukan oleh Dosen STMIK Asia

GUEST    11 June 2018

            Sampah atau limbah merupakan permasalahan yang ada di tiap daerah baik di kota maupun di kabupaten malang, dimana limbahitu terbagi menjadi dua bagian  yaitu  limbah organik yang mengalami pembusukan dan limbah anorganik yang tidak dapat di uraikan oleh bateri atau pembusukan secara alami. Untuk mengurangi sambah organik tersebut maka diperlukan pengolahan agar tidak terjadi penumpukan sambah yang dapat menimbulkan penyakit. Pengolahan sampah saat ini belum optimal di lakukan oleh masyarakat mauapun pemerintah di karenakan oleh beberapa factor mulai dari teknologi  untuk mengolahan sampai bahaya dari efek samping pengolahan  seperti asap dan gas beracun seerti karbon monoksida, ammonia, HCN dan sebagainya (Susilo Ribka dan agus karya).

            Limbah kain merupakan salah satu jenis limbah yang sulit diolah karena merupakan limbah anorganik yang tidak mudah terurai sehingga tidak dapat dikomposkan, limbah kain jika diolah dengan cara pembakaran akan menimbulkan asap dan gas beracun yang dapat membahayakan lingkungan sekitar. Meskipun bukan menjadi limbah yang terbanyak, namun perlu diperhatikan karena masih sedikit industryyang mengelolah limbah kain jika dibandingkan dengan plastik, kertas dan limbah yang lainya. Salah satu pengolahan limbah kain saat ini yaitu dengan cara daur ulang (Susilo Ribka dan agus karya).

            Daur ulang kain perca saat ini sangat digemari oleh masyarakat dikarenakan mudah di dapat serta murah harganya. Produk – produk hasil olahan kain percaseperti tas, sandal, selimut, tatakan meja, keset dan aksesoris seperti bros bunga, pita anak anak dan lain sebagainya (Noviandri Patricia, 2016), salah satu produk yang digunakan dalam pengabdian kali ini adalah pemanfaatan kain perca menjadi bros bunga yang catik. Proses pembuatan bros bunga dari kain perca tidak begitu sulit dan alat alat yang di butuhkan dalam pembuatannya juga tidak banyak diantaranya kain perca, gunting, jarum pentul, jarum jahit, benang, kancing dan peniti bros. oleh sebab itu Pemilihan ide ini di dasarkan karena pembuatan bros bunga dari kain perca lebih mudah dan tidak menghabiskan banyak waktu dalam penyelesainya.

            Proses yang dilakukan meliputi, (1) memisahkan kain perca yang dapat digunakan untuk aksesoris, (2) merancang desain aksesoris (bros) dengan menggambar manual, dan (3) membuat kain perca membentuk bros yang sesuai dengan desain yang dibuat. Terdapat beberapa kreasi bros yang digunakan dalam materi pelatihan. Berikut ini langkah-langkah dari kreasi bros tersebut:

Tabel 1. Langkah Pembuatan Bros Bunga

Tabel 2. Langkah Pembuatan Bros Bunga Bentuk Segitiga

Tabel 3. Langkah Pembuatan Bros Bunga dengan Dakron

Dalam pelatihan pembuatan bros tersebut para ibu-ibu menunjukkan sikap antusias dalam mempelajarinya. Kegiatan  pelatihan dilaksanakan di kelurahan Mergosono RW VI tepatnya di gedung salah satu PAUD di kelurahan Mergosono. Para ibu yang mengikuti kegiatan pelatihan mampu memahami materi pelatihan, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya para ibu yang berhasil membuat bros kreasi mereka.

Gambar 1. Pembukaan Pelatihan Pembuatan Bros

Kegiatan yang dilaksanakan dengan membuat kelompok ibu yang terdiri dari 4-5 orang. Tim pengabdian telah menyediakan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk setiap kelompok. Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah kain perca, gunting, lem tembak, alat penembak lem, manik-manik, benang, dan jarum.

Gambar 2. Pemaparan Materi Pelatihan Pembuatan Bros

Berdasarkan beberapa masukan dari ibu-ibu peserta pelatihan, tim pengabdian berencana akan melanjutkan program pelatihan untuk para ibu dengan tema keterampilan. Kegiatan tersebut mampu meningkatkan daya kreativitas ibu-ibu di RW VI. Untuk selanjutnya tim pengabdian berharap para ibu dapat meningkatkan keterampilan dan mampu menghasilkan income.

Gambar 3. Penutupan Kegiatan Pelatihan Pembuatan Bros