GUEST 27 July 2024
Kegiatan pengabdian ini dilakukan secara luring atau tatap muka di salah satu masjid di Kota Malang. Masjid merupakan tempat pusat peribadatan umat muslim harus dijunjung tinggi dan dijaga sebaik mungkin terutama dalam perawatan dan pengelolaannya. Meskipun tujuan utama masjid adalah memberikan pelayanan kepada umat, namun bukan berarti masjid sama sekali tidak memiliki tujuan keuangan. Keuangan dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi berkembangnya pelayanan. Sama halnya dengan organisasi atau lembaga publik lainnya, organisasi keagamaan seperti masjid juga dituntut untuk lebih efisien, memperhitungkan biaya ekonomi dan biaya sosial, serta dampak negatif dari aktivitas yang dilakukannya. Dengan demikian, praktik akuntansi sebagai instrumen akuntabilitas dan transparansi keuangan masjid merupakan aktivitas yang tidak dapat dipisahkan dalam rangkaian pengelolaan kegiatan, baik itu dalam bentuk lengkap maupun dalam lingkup yang sederhana. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini pengurus masjid diharapkan dapat memanfaatkan penggunaan ilmu akuntansi sesuai dengan standar (ISAK 35) dalam pelaporan keuangannya.